Albums of 2007
Tidak terasa penghunjung tahun 2007 sudah tiba. Untuk menutup tahun ini saya ingin me-recap album-album apa saja yang mampu mencuri perhatian saya. Walaupun sejujurnya saya lebih banyak mendengarkan album-album lama tapi untungnya masih sempat diselingi dengan beberapa album baru. Nah berikut ini adalah mereka yang mampu membekas di ingatan:
Efek Rumah Kaca – S/T
Di tahun 2007 kemarin scene independen Indonesia diberkahi oleh band berbakat asal Jakarta ini. Album self-titled mereka diterima dengan respon yang begitu positif dari banyak orang, khususnya penggemar indie pop. Lirik mereka yang cerdas mampu membuat ERK berdiri tegak di tengah-tengah membanjirnya band pop Indonesia. “Cinta Melulu” adalah lagu yang cukup humoris dan ironisnya membawa observasi yang tepat, sementara “Bukan Lawan Jenis” membawa tema homosexual untuk pertama kalinya ke lagu Indonesia. Lagu “Di Udara” yang menceritakan tentang pembunuhan Munir terus menempel di kepala saya dari kali pertama mendengar lagunya. Dengan album seperti ini, saya berharap tahun 2008 akan menjadi tahun yang lebih produktif untuk mereka.
Metro Area – Metro Area 7 EP
Akhirnya tahun 2007 ini menjadi tahun dimana duo keluaran Environ Records ini kembali menelurkan sebuah EP. Seperti namanya, EP ini merupakan koleksi ke 7 dari Metro Area. Masih mengawinkan genre Classic Disco dengan House, Metro Area kembali membuktikan kenapa mereka yang terbaik di genre yang niche ini. Lagu andalan di EP ini “Read My Mind” masih menghadirkan suara-suara sintetik dengan mild beat ala Metro Area. Ditambah suara vokal yang begitu hangat. Cukup untuk membuat kita menganggukan kepala. Eclectic mungkin terminologi yang lebih tepat.
Santamonica – Curiouser Curiouser
Album dari duet Iyub dan Dita ini menurut saya adalah album Indie Pop yang begitu unik dan kaya untuk sebuah band yang berasal dari Indonesia. Kualitas aransemen dan mixing dari album ini sangat patut untuk diacungi jempol. Referensi musik mulai dari Bossanova ala Astrud Gilberto, Electronic ala Cornellius hingga Shibuya Kei ala Pizzicato Five hadir di album ini. Menggagumkan dan cukup untuk menjelaskan luasnya musik yang ada di album perdana mereka ini. Mendengarkan album ini membuat saya bangga akan kualitas musik domestik kita.
Escort – All Through The Night EP
Escort sebenarnya bukanlah band baru, EP mereka ini juga bukan yang pertama. Namun yang membuat mereka terdengar begitu klasik adalah genre musik mereka yang memadukan Classic Disco dan Funk ala Bee Gees, Chaka Khan, dll. Di tengah-tengah gemerlapnya industri musik yang dipenuhi lagu pop dan hip hop, Escort menawarkan kilas balik ke era 80an. Album yang unik dan mampu stand out dibanding band lain.
Stars - In Our Bedroom After The War
Di album keempat ini Stars terdengar semakin padat dan dewasa. Beberapa lagu terbaik yang pernah dibuat band asal Kanada ini ada di album ini. Harmonisasi vokal Torquil Campbell dan Amy Milan memang selalu menjadi senjata ampuh, dan di album ini mereka kembali berhasil memadukannya dengan baik. Suara-suara organik dari string di beberapa lagu membuat album ini terasa makin intim namun tidak kelihatan cengeng. Kualitas yang merata di album ini pantas diberi gelar salah satu album pop terbaik di tahun 2007 ini.
Radiohead – In Rainbows
Kerinduan penggemar Radiohead akhirnya terobati juga tahun ini. Setelah melalui banyak gosip dan teka teki, muncul juga album baru mereka. Setelah sekian lama bereksperimen, In Rainbows menghadirkan kembali Radiohead yang ear-friendly. Album unik ini kembali membuktikan bahwa Radiohead pantas menyandang gelar grup alt-rock terbaik di Inggris saat ini. “Nude”, “Faust Arp” dan “Weird Fishes/Arpeggi” memperlihatkan bahwa Radiohead masih mampu menghasilkan lagu melankolis yang punya aransemen indah. Belum lagi metode penjualan album ini yang begitu demokratisnya mereka ketika memberi kita, para konsumer, kebebasan untuk menilai harga nominal album ini. Ide brilian mengemas album ini secara keseluruhan.
